Saat berselancar di website berbasis HTML biasa, kecepatan Safari hampir sama dengan browser lainnya. Perbedaan waktu pada loading dan rendering website sederhana hanya membutuhkan waktu sepersepuluhan detik saja. Sementara itu, pada layanan web yang rumit hasilnya berbeda lagi. Anda dapat menguji sendiri

Opera meyakinkan melalui feature-feature top. Ia memiliki peringatan otomatis mengenai phishing.nampilkan sebuah halaman Google Maps. Hal ini dapat dilakukan Firefox dalam se­kejap. Sebaliknya, Opera membutuhkan sangat lama, seperti ingin menciptakan ulang seluruh dunia. Dalam tes, CHIP telah mengukur kecepatan dengan aplikasi benchmark, iBench5. Browser harus dapat meload sebuah HTML rumit, Cascade Style Sheets (CSS), dan situs XML, serta menjalankan JavaScript. CHIP mengukur
waktu hingga semua ditampilkan di halaman browser. Hasilnya, Safari me­load website HTML dua kali lebih cepat daripada saingannya. Hasil ini tentunya sangat mengejutkan mengingat saat selancar ia jauh lebih lambat daripada Firefox. Mengapa bisa begitu? Hal ini disebabkan karena browser Apple baru menampilkan seluruh ampilan web bila seluruh isi web telah di­load. Berbeda dengan Firefox. Firefox langsung menampilkan komponen yang telah diload dan membangun website di hadapan Anda.
Hasil tes Acid2 juga menjelaskan bahwa walau IE7 tidak lulus tes, tetapi saat selancar ia ternyata dapat menampilkan semua website dengan benar. Sebalik­nya dengan Opera. Opera kompatibel dengan standar W3C, tetapi memiliki masalah dalam menampilkan banyak website, terutama dengan website berbasis Web 2.0 dan komponen Ajax.