Siapa pun yang mengikuti perkembangan dunia telekomunikasi dan teknologi sudah pasti mengenal atau setidaknya mendengar nama Palm. Sebagai produsen sistem operasi Palm OS yang tersohor dan produsen PDA-Phone Treo yang populer, tampak terlihat masa depan yang cerah untuk perusahaan yang bermarkas di California, Amerika Serikat tersebut. Betapa tidak? Penjualan Treo di Amerika Serikat langsung menempati posisi nomor 1 ketika Treo 650 diluncurkan akhir tahun 2004. Ketenaran Treo disebabkan oleh dua alasan utama. Pertama, user interfacenya sangat mudah digunakan. Anda hanya memerlukan tidak lebih dari lima menit untuk menggunakan fungsi-fungsi utama dari PDA-Phone tersebut. Alasan kemudahan penggunaan tersebut adalah sudah tersedianya tomboltombol shortcut untuk fungsi organizer serta fungsi komunikasi. Terlebih lagi, Anda dapat melakukan navigasi dan menggunakan hampir semua aplikasi bawaan Treo tanpa harus menyentuh layar sentuhnya, cukup menggunakan keypad saja.Kedua, berkat penggunaan Palm OS yang sudah lama beredar, tersedia ratusan, bahkan ribuan aplikasi. Tentu tidak semuanya langsung kompatibel dengan Treo model terbaru (dahulu, Treo 650). Akan tetapi, berkat ketenaran dan kesuksesan penjualan Treo, perusahaan pembuat aplikasi untuk Palm OS dengan cepat melakukan update untuk software mereka sehingga dapat digunakan pada model Treo terbaru.Bila memperhatikan dua alasan tersebut, Anda akan mendapatkan benang merah antara keduanya, yaitu Palm OS. Ya, kemudahan penggunaan, user interface yang ramah, dan aplikasi bawaan yang tepat guna pada Treo semuanya berkat penggunaan sistem operasi legendaris dari Palm tersebut.Namun, semua itu dapat dibilang cerita lama karena seka-rang kenyataan berkata lain. Pada kuartal empat tahun 2007 lalu, Palm mencatat kerugian sebesar 840.000 dollar AS dibandingkan keuntungan 16.500.000 dollar AS pada kuartal yang sama tahun 2006. Meskipun keuntungan perdagangan dapat naik dan turun dalam waktu satu tahun, kehilangan keuntungan berjuta-juta dollar dan bahkan merugi hingga satu juta dollar merupakan pertanda Palm mengalami kehilangan pangsa pasar yang cukup signifikan. Terlebih lagi, Treo kini juga menggunakan sistem operasi Windows Mobile. Padahal sistem operasi tersebut dulunya merupakan musuh bebuyutan Palm OS. Apakah kejatuhan Palm OS sudah dekat?Meskipun dibutuhkan studi yang lebih lanjut untuk mengetahui korelasinya, kerugian Palm merupakan sebuah berkah tersendiri untuk dua kompetitornya yang mencatat rekor penju-alan terbesar tahun lalu, yaitu Research In Motion (RIM) sebagai produsen Blackberry dan Apple dengan produk iPhonenya. Untuk perbandingan penjualan, pada kuartal kedua tahun lalu, RIM menjual 2,4 juta produk Blackberry,