mengenali 100% malware yang ada dalam wildlist (yang aktif beredar di Internet). Pengujian dijalankan dua cara, yaitu dija-lankan secara manual dan otomatis. Spyware, bots, dan adware aktif: Apa-kah security suites mengenali malware yang sudah aktif dan dapat menyingkirkan semuanya? Hasil dari pengujian ini, ada satu penyusup yang berhasil lolos. Untuk masalah ini, solusi terbaik masih dipegang security suites dari Symantec.
Suite ini dapat menghancurkan 70% malware berikut entry registry-nya. Suite lainnya hanya mampu menyingkirkan sebesar 50%.Malware terkompresi: Beberapa trik sering kali dilakukan oleh pembuat malware untuk mengelabui pengguna Internet, seperti memberikan signature baru pada trojan lama dengan file-file EXE. Beberapa suite menangkalnya dengan cara mengekstraksi file sebelum dilakukan proses scan. Namun, cara ini juga sering tidak berhasil. Security suites dari Avira bahkan hanya mengenali 63% dari contoh malware yang diuji. Di sini hanya menggunakan 4 malware, tetapi dengan 500 varian yang berbeda.False Alarm dan waktu reaksi: juga menguji apakah suite ini memberikan alarm keliru (false alarm) yang dapat menyebabkan beberapa program baik terblokir? Semua security suite ternyata melakukan tugasnya dengan benar. Namun, berbeda dengan waktu reaksi, Symantec membutuhkan hingga 9 jam untuk membuat signature yang tepat. G Data dapat bekerja lebih baik. Hal ini berkat adanya dua scan engine di dalamnya.